Jumat, 22 April 2011

From Me To You


After that smile you came around
You came into my life
Stuck in my eyes
Dance in my dreams
After that smile you fill my soul
Bring me the joy and give me hold
After that smile you moved away
You said you just have to go anyway
Please come to me dear..
Because I need you here
I miss your laugh, I love that sounds
It's hard to breathe when you're not around
Please come to me now
For Godsake I vow
My heart's going low if you're not show
Because you're the laughter
You're the heartbeats
You're the smiles..
And you're the soft touch of God
You're the breeze on my heart
You're the one..

Valeria Veltri

Rabu, 13 April 2011

Rindu Dalam Hati

 Saat pagi datang namun fajar belum lagi keluar dari peraduan
Aku memikirkanmu...
Rindu,
Tak bisa hanya sekedar dilisankan
Tak bisa lagi dijabarkan hanya dengan bantuan
kata-kata manis dari bibir pendusta
Rindu ini terlalu dangkal
jika hanya dituangkan dalam kata-kata mesra
Biar rindu ini kuabadikan
dalam goresan pena...
Kau seperti semilir angin di tepi pantai
bergesekan dengan daun-daun kelapa hijau yang melambai-lambai disana
Kau seperti debur ombak yang membasahi kakiku dan kicauan burung-burung dilangit
Kau adalah birunya langit yang dihiasi awan berarak bagai kapas putih bergelung
Kau adalah bentangan padang rumput hijau yang bergoyang ditiup angin
Kau adalah tetes embun pertama di pagi hari,
dan warna keemasan mega di penghujung hari
Kau adalah langkah kaki anak-anak kecil yang berlarian mengejar mimpi
Kau adalah tangan-tangan pelukis yang sedang membelai kanvasnya
Kau adalah bintang yang berkedip untuk bulan
Kau adalah teman...
Kau sahabat jiwa...
Kau rindu dalam hati...

Sabtu, 22 Januari 2011

TERSENYUMLAH, Anda di Dunia Ketiga

Pada saat kafe-kafe dan tempat-tempat permainan dipenuhi oleh para pemuda, sementara masjid-masjid dan perpustakaan mengeluh karena sepi, maka anda ada di dunia ketiga. Pada saat para biduanita diundang sebagai bintang tamu untuk berbicara tentang kemerdekaan Palestina, maka wajib bagi anda untuk menangis karena anda berada di dunia ketiga. Pada saat anda belajar 6 tahun di SD/MI, 3 tahun di SMP/MTs, 3 tahun di SMA/MA/SMK, lalu 4-5 tahun di perguruan tinggi, kemudian anda mendapati diri anda bekerja di pasar sayur, maka janganlah berputus asa, anda berada di dunia ketiga. Pada saat anda bangun tidur dan mendapati HP anda menerima SMS dari perusahaan seluler yang tak bernilai apa-apa, maka anda berada di dunia ketiga. Pada saat terdapat banyak majalah yang mementingkan seni, kemudian tidak ada satu majalah atau buletin ilmiah, maka ini adalah bukti anda hidup di dunia ketiga.

Pada saat anda tidak bisa naik jabatan dalam pekerjaan anda kecuali dengan PERANTARA, tidak bisa mendaftar ke perguruan tinggi tanpa PERANTARA, tidak bisa mendapatkan pekerjaan kecuali dengan PERANTARA, dan tidak bisa mendapatkan hak kecuali dengan PERANTARA, maka anda adalah masyarakat miskin, teraniaya, terzalimi yang hidup di dunia ketiga.
Bukankah aku telah mengatakan...
TERSENYUMLAH, ANDA BERADA DI DUNIA KETIGA!











Sumber : Qiblati edisi 11 tahun IV

Jumat, 21 Januari 2011

Persembahan Sahabat

  • Larangan Khusus Ibu
Puisi ini dituliskan oleh salah satu sahabat saya waktu kami duduk di kelas 1 SMA. Entah kenapa dia menulis puisi ini dan memberikannya kepada saya bersama dengan 2 puisi lainnya yang ada di bawah. Saya memutuskan untuk mengabadikannya disini, karena kertas dari dokumen asli puisi ini sudah mulai lapuk. Saya masih akan tetap menyimpannya hingga kertas itu hancur dengan sendirinya, tapi setidaknya saya sudah mengabadikannya disini. Suatu saat saya akan membaca posting ini dan teringat, bahwa sahabat saya pernah mempersembahkan beberapa buah pikirannya yang original kepada saya. Here it is...

Apa yang dikatakan Ibu slalu larangan...
Dulu waktu baru belajar makan, "jangan blepotan!"
Waktu baru mulai sekolah, "jangan nakal!"
Waktu aku hobi main pasir, "jangan, ntar kotor!"
Ibu juga slalu benar soal apapun...
Makanku rapi, jadi gak kotor
Gak nakal di sekolah, jadi disayang guru ama temen-temen
Gak main pasir, jadi gak dekil
Tapi Ibu juga slalu sok tau...
"Jangan temenan sama si A! Begini..begini..begini.."
Uh, apa sih yang Ibu tau tentang si A yang super baik?
"Jangan suka gonta-ganti make-up ntar jerawatan"
Ah, Ibu, kan yang penting rajin dibersihin...
"Ikut eskul jangan kebanyakan! Ntar sakit!"
Ibu...kan banyak multivitamin

Sok taunya Ibu ada benarnya
Gara-gara banyak eskul, aku sakit...
Gara-gara gonta-ganti make-up mukaku jerawatan...
Itulah 'Larangan Khusus' Ibu
Andai 'Larangan Khusus' ini gak aku bantah
"jangan ketipu sama muka imut cowok, ntar nyesel lho..."
Oh Ibu!!! U're the best!!!
  • Life Goes On, Must Goes On...!
Puisi ini dituliskan sahabat untuk saya bersamaan dengan puisi di atas. Yaitu saat saya mengalami patah hati untuk pertama kalinya.  Dia mencoba menghibur saya yang sedang bersedih dengan kata-kata khas anak remaja, tapi tetap bermakna. Setidaknya untuk saya. This is it...
Antara teman, dan cinta...
Antara penasaran, dan gundah
Antara benci, dan sesal
Antara tangis dan tawa
Antara sedih kemarin
dan ceria hari ini...
Antara kagum kemarin
dan benci hari ini 
Hari kemarin adalah teori, hari ini prakteknya
Hari kemarin kelabu, hari ini ditambahin warna cerahnya
Hari kemarin ketahuan belangnya, hari ini cari gantinya (hahaha)
Kalau kemarin dia menghabisimu,
giliranmu hari ini mencabut nyawanya!
Dan,
Kalau kemarin kurang hati-hati
Hari ini harus lebih teliti... :)
  • Puisi Terakhir
 Puisi ini juga diberikan oleh salah satu sahabat pada waktu yang sama. Ketiga puisi ini memang berada dalam selembar kertas, yang sekarang mulai menguning (padi kalee!). Puisi ini sengaja dibuatkannya untuk saya atas permintaan dari saya, untuk membuatkan puisi yang bertema "Selamat Tinggal". Dan, ini dia...

Aku masih ingin menatap mentari esok
Aku masih ingin merasakan sinar bulan menerpa wajahku
Aku masih ingin melihat langit senja berubah menjadi gelap
Tapi Dia tak lagi memberiku kesempatan
Hanya ada sedikit waktu untuk bersamamu
Membahagiakan dirimu,
orang yang paling ingin kulihat senyumnya saat aku pergi...
Aku ingin saat ini menjadi hal terindah dalam hidupmu
Aku ingin tawa terakhir kudengar darimu
Dan bukan tangis...
 Aku ingin meninggalkanmu dalam damai
Aku ingin tetap menyatu denganmu walau ragaku membusuk
Aku ingin tetap membuatmu bahagia,
walau aku di nirwana, kau di dunia...
walau puisi ini yang terakhir dariku,
untukmu...

Terima kasih untuk segala perhatian, kasih sayang dan ketulusan kalian selama kita bersama. Dimanapun kalian berada, dan apapun yang terjadi, tidak akan merubah apa yang menjadi sejarah kita. Miss you all...^^

Kamis, 20 Januari 2011

KADO PEMERINTAH UNTUK RAKYAT DI TAHUN BARU 2011

"Kenaikan Harga BBM Lewat Pembatasan Subsidi"

Rencananya, mulai Maret 2011 Pemerintah akan mengurangi subsidi BBM dengan melarang mobil pribadi berplat hitam menggunakan BBM bersubsidi. Pembatasan tersebut aka dilakukan secara bertahap, mulai di Jabodetabek hingga mencakup seluruh Indonesia pada 2013. Belum tampak penolakan masyarakat, padahal kebijakan pembatasan subsidi BBM juga berdampak sama dengan kenaikan harga BBM. Setidaknya, ada enam alasan untuk menolak kebijakan itu.

Pertama; Indonesia memiliki cadangan migas yang sangat besar. Tapi, sebagian besar justru dikuasai pihak asing. Data kemESDM 2009, dari total produksi minyak dan kondensat di Indonesia, Pertamina hanya memproduksi 13,8%. Sisanya dikuasai oleh swasta asing seperti Chevron (41%), Total E&P Indonesia (10%), Chonoco Philips (3,6%) dan CNOOC (4,6%). Ketika kontrak habis, pemerintah melalui BP Migas malah memperpanjang kontrak itu ketimbang menyerahkannya kepada Pertamina. Di sisi lain, dalam UU Migas 22/2001, Pertamina diperlakukan sama dengan perusahaan swasta sehingga harus bersaing untuk mendapatkan konsesi pengelolaan ladang migas. Kebijakan ini berkebalikan dengan negara lain seperti Malaysia yang memberikan wewenang sangat besar kepada Petronas sehingga mampu menggeser dominasi swasta. Di Cina dan sejumlah negara Amerika Latin sektor energi sepenuhnya dikuasai oleh negara. Sehingga produksi dan harga di pasar domestik bisa dikendalikan.

Kedua; Bahwa subsidi BBM yang selama ini dianggap membebani APBN dan sering salah sasaran merupakan pernyataan 'menyesatkan'. Menurut Pemerintah, subsidi BBM adalah selisih harga patokan dikurangi harga eceran yang dijual Pertamina. Pada Perpres 71/2005 disebutkan bahwa Harga Patokan adalah harga yang dihitung setiap bulan berdasarkan MOPS rata-rata pada periode satu bulan sebelumnya ditambah biaya distribusi dan margin. MOPS atau Mid Oil Platt's Singapore adalah harga transaksi jual-beli pada bursa minyak di Singapura. Subsidi tersebut dibayarkan Pemerintah kepada Pertamina yang telah menjual BBM dengan harga eceran yang telah ditetapkan Pemerintah yang lebih rendah dari harga patokan (internasional). Pertanyaannya; apakah Pertamina betul-betul rugi karena menjual BBM dibawah harga patokan? Jika biaya produksi dan distribusi lebih rendah dari harga patokan maka Pertamina tentu rugi. Namun, jika lebih tinggi maka Pertamina tetap untung.

Lalu berapa biaya produksi BBM Pertamina untuk Premium dan Pertamax? Karena tidak tersedia data dari Pertamina maka untuk menghitungnya bisa digunakan data persentase komponen harga rata-rata bensin (gasoline RON 95) di USA yang sebanding dengan kualitas Pertamax. Harga bensin = Minyak Mentah (51%) + biaya pengilangan & keuntungan (15%) + biaya distribusi & pemasaran (12%) + pajak (22%) (http://tonto.eia.doe.gov/). Harga minyak mentah Pertamina diperoleh dari biaya produksi, cost recovery (US$ 940,7 juta) dibagi total lifting minyak mentah 2007 sebesar 38,9 juta barel (BPK, Perhitungan Kewajiban Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)). Hasilnya, US$ 24,2/barel atau US$ 0,15/liter atau Rp1.368 jika dirupiahkan dengan kurs Rp9.000. Harga ini sebenarnya cukup mahal karena cost recovery Pertamina jauh lebih tinggi daripada rata-rata cost recovery perusahaan minyak Indonesia yang berkisar US$ 13,82/barel pada 2007 (http://www.scribd.com/doc/38206301/Crude-Oil-Cost-Production).


Dengan rumus di atas, harga Pertamax semestinya hanya Rp 2.638/liter. Premium dengan oktan yang lebih rendah tentu lebih murah. Lalu mengapa harga jual Premium dan Pertamax lebih mahal? Ini karena harga minyak mentah diperhitungkan menggunakan harga minyak di pasar internasional meski sebagian besar diproduksi oleh Pertamina sendiri. Dengan demikian, apa yang dianggap kerugian Pertamina yang kemudian diganti oleh Pemerintah bukanlah merupakan kerugian nyata, namun hanya potential loss (hilangnya potensi laba) karena dijual tidak dengan harga internasional. Jika demikian maka dana subsidi Pemerintah sesungguhnya hanya keluar dari kantong kanan dan masuk lagi ke kantong kiri melalui laba yang diperoleh Pertamina.


Ketiga; Pembatasan BBM bersubsidi dalam jangka panjang akan menguntungkan SPBU Perusahaan Minyak Asing, seperti Total, Shell dan Petronas. Selama ini SPBU-SPBU tersebut mengalami kerugian karena konsumen lebih memilih Premium yang lebih murah, yang dijual oleh SPBU Pertamina. Dengan adanya pembatasan subsidi BBM, maka seluruh pengguna mobil pribadi dipaksa menggunakan bahan bakar yang kadar oktannya lebih tinggi seperti Pertamax atau yang diproduksi oleh SPBU asing. Dengan harga yang lebih murah karena biaya produksi yang lebih efisien dan kualitas yang mungkin lebih baik sangat mungkin konsumen akan memilih produk SPBU asing ketimbang Pertamina. Jika tidak ada inovasi maka kegiatan Pertamina di sektor hilir dipastikan akan makin menurun. Hal ini tentu akan merugikan Pertamina. Sudahlah di sektor hulu tergerus, di sektor hilir pun tersingkir.


Keempat; Kegiatan usaha Pertamina belum berjalan secara efisien khususnya dalam produksi dan pengadaan minyak mentah. Menurut temuan BPK tahun 2008 (BPK, Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Tahun 2007 dan 2008 (Semester I) pada Pertamina), disebutkan sumber ketidakefisienan Pertamina antara lain :
  1. Dalam pengadaan minyak mentah dan BBM, Pertamina cenderung mengimpornya melalui jasa rekanan yang sarat dengan manipulasi sehingga menjadi mahal. 
  2. Pertamina lebih banyak menggunakan kapal sewa daripada kapal milik sendiri sehingga biaya angkut lebih mahal (Pertamina, Annual Report 2007).
  3. Dalam jumlah tertentu, Pertamina lebih memilih untuk mengimpor daripada menggunakan produksi dalam negeri yang tidak membutuhkan biaya pengapalan.
  4. Pertamina mengimpor BBM karena keterbatasan kapasitas kilang yang hanya sebesar 1 juta brel perhari, hanya memenuhi 63% kebutuhan dalam negeri. Padahal dengan memproduksi sendiri biayanya akan lebih murah sehingga harga minyak yang dijual akan lebih rendah.
Kelima; Pembatasan subsidi BBM merupakan langkah bertahap Pemerintah untuk menghapus subsidi BBM. Dan ini akan menekan daya beli masyarakat khususnya masyarakat miskin. Pembatasan subsidi BBM yang diikuti dengan pemaksaan mobil plat hitam untuk mengkonsumsi Pertamax dipastikan akan makin membebani rakyat. Harga Pertamax mengikuti harga pasar internasional (seperti sekarang dengan harga minyak internasional di atas 90 USD/barel, harga Pertamax di atas Rp 7000). Padahal harga tersebut banyak dipengaruhi oleh kegiatan spekulasi. Membiarkan harga tidak terkendali akan membuat pengeluaran rakyat untuk BBM membengkak. Padahal tidak semua mobil plat hitam digunakan untuk transportasi pribadi. Sebagian besar angkutan barang termasuk bahan makanan saat ini masih menggunakan plat hitam. Maka, penggunaan BBM nonsubsidi secara pasti membuat harga barang ikut naik. Jika hal itu terjadi maka kehidupan masyarakat akan semakin sengsara akibat makin mahalnya biaya hidup.

Keenam; Pembatasan BBM dan kebijakan memberikan peran lebih besar kepada pihak asing dalam pengelolaan migas merugikan rakyat, dan ini bertentangan dengan syariah Islam. Migas dan sumber daya alam lain yang melimpah dalam pandangan Islam merupakan milik rakyat yang harus dikelola oleh negara untuk kesejahteraan rakyat. Pengelolaan SDA dengan lebih banyak menyerahkan kepada pihak swasta adalah kebijakan yang sangat kapitalistik.

Kapitalme adalah sistem yang bertentangan dengan sistem Islam yaitu Khilafah. Khilafah akan menerapkan seluruh syariah Islam dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam pengelolaan migas. Dalam Khilafah, kepala negara (Khalifah) bertanggung jawab mengurus segala urusan rakyatnya. Pihak swasta boleh berperan, tapi dalam sektor yang tidak menyangkut hajat hidup rakyat banyak. Maka, kerahmatan akan dirasakan seluruh rakyat.
"Imam (Khalifah) yang memimpin manusia adalah pengurus rakyat. Dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya" (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Wallahu a'lam bi ash-shawab. 










Sumber : Buletin Dakwah Al-Islam
 Edisi    : 538/Th.XVIII/1432 H
http://www.hizbut-tahrir.or.id

Senin, 17 Januari 2011

"SUPERCRAP"

Kesebelasan Indonesia akhirnya memasuki lapangan GBK. Lawan mereka, mALAYs*a, melakukan hal yang sama. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing, akhirnya wasit meniupkan pluit, tanda pertandingan dimulai. Bola mulai dimainkan. Yang berhasil merebut bola pada kesempatan pertama adalah pemain Indonesia, A. Bola kemudian dioper kearah pemain B. Pemain B menangkap dengan baik, tapi kemudian dari arah penonton ada yang menyorotkan sinar laser kearahnya, membuat konsentrasinya buyar dan bola direbut oleh pemain mALAYs*a. Pemain B protes. Dia menuntut bahwa si penonton itu harus ditindaklanjuti. Setelah diteliti, ternyata si penonton itu memakai wig aneh dan kacamata!!! Polisi bertanya kepada si penonton berwig aneh itu, "Bukannya kamu G**us?!?" Si penonton itu menjawab, "Bukan pak. Itu bukan saya. Itu hanya mirip saya. Sungguh, itu bukan saya."

Permainan dilanjutkan. Pemain C berhasil merebut bola dari pemain mALAYs*a. Beberapa saat pemain C berhasil mencetak gol di gawang mALAYs*a. GBK membahana. Para penonton WNI bersorak gembira. Tapi sorakan penonton mALAYs*a lebih heboh lagi. "SERONOKNYE...! JOM! JOM! mALAYs*a BOLEH! INDON BODOH...mALAYs*a BOLEH!"
Salah satu penonton Indonesia kebingungan. Dia bertanya pada penonton mALAYs*a. "Kok seneng? Kan ente kebobolan?"
Penonton mALAYs*a menjawab, "Tak lah... Barusan tu gol kami, mALAYs*a. Kamu org tu blum gol lagi. Sifar lagi."
"Apaan tuh sifar?"
"Tak tau-taulah.. Kosong!"
"Weleh-weleh!! Gol kita ngaku2 golnya dia!!"
Pertandingan menjadi ricuh gara-gara mALAYs*a mengaku bahwa gol barusan adalah gol mereka. Aneh sangat! Tapi untungnya wasitnya gak segoblok itu, heheheh. Setelah kejadian itu Indonesia dengan segera mematenkan golnya. Dan akhirnya, 1 - 0 untuk Indonesia - mALAYs*a.

Tidak lama setelah itu, pemain D membawa bola kedepan gawang mALAYs*a. Semua tegang menahan nafas. Apakah kali ini Indonesia akan mendapatkan skor kedua dari pemain D? Lalu tiba-tiba pemain D berhenti tepat didepan penjaga gawang mALAYs*a, bola masih ditahannya dibawah kakinya dan belum ditendangnya masuk kedalam gawang lawan. Padahal jarak bola dan gawang lawan hanya beberapa senti. Pemain D lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan Blackberry-nya. Pemain F menghampiri pemain D dan bertanya, "Ngapain lu?" Pemain D menjawab, "Bentar, gue tweet dulu kalo bentar lagi gue mo nendang bola kedalem gawang."

Beberapa menit menjelang akhir permainan, pelatih kesebelasan Indonesia berkata kepada salah satu pemain cadangan yang paling siap siaga, N. Pelatih berkata, "Pemain N, ayo, kamu turun!"
Pemain N kaget. "Lho?!! Kenapa saya harus turun?!!"
Pelatih berkata, "Lho, masa kamu mau disini terus? Ayo, turun!"
Pemain lain ikut berteriak kepada pemain N, "iya sana, turun! Turun!"
Pemain N berkata, "Oo, tidak bisssa! Kalo saya turun, gimana nasibnya P*SI nanti?!?! Pokoknya saya tidak mau turun! Saya akan menempel spanduk-spanduk dgn foto saya sendiri!!! SUpaya saya tidak turun!"
Pelatih hanya bisa menganga melihat pemain N.

Pada menit terakhir pemain G menabrak salah satu pemain mALAYs*a hingga terguling. Nampaknya cidera. Wasit hampir mengeluarkan kartu merah ketika pemain G tiba-tiba mengeluarkan sekarung uang. "Nih,buat lu. Yang penting jgn kartu merah ye?" kata pemain G kepada wasit.
Wasit berkata, "Ooo,tidak bisssa!"
Pemain G berkata lagi, "Eh,lu gak tau gue siapa? Noh,bos gue ngeliatin lu." katanya sambil menunjuk kearah penonton. Disana berdiri sesosok yang gagah dan rapi, berada di kursi VVIP. Si wasit bergidik ngeri.
"Macem-macem lu?" kata pemain G, menoyor kepala wasit.

Tidak lama kemudian terjadi kericuhan didalam lapangan GBK. Bahkan penonton juga sudah masuk area lapangan. Kericuhan membuat komentator mendatangi lapangan mencari tahu apa yang terjadi.
"Kenapa ini?! Kok malah ricuh?!?"
"Ini lho," kata salah satu penonton yang sudah bercampur baur dengan para pemain yang menggerutu marah. "Pertandingannya ini lho! Aneh! Aneh banget! Pemainnya marah-marah. Soalnya katanya pertandingan ini gak jelas! Mereka pada protes!"
"Oalaaaah..." kata komentator tertawa lebar. "Itu tho. Woy, woy!! Denger nih, denger.."
Hening sejenak. Semua mata tertuju kepada komentator.
"Ngapain ribut-ribut...? Lha wong ini cuman HOAX kok!" kata komentator, lalu dia tertawa terbahak-bahak. (*krik-krik)

Terima kasih bagi yang sudah buang-buang waktunya membacanya,hihiy! ^_^

Sabtu, 15 Januari 2011

nyampah...

Menistakan Harap Pada Penantian Luruh
Kutemukan Sebaris Puisi Dalam Lipatan Keraguan
Sebuah Kabar Penantian
Seuntai Harap Di Resah Jiwa


Kekawatiran Dan Kepasrahan Terungkap
Dalam Setiap Kepasrahan Dihari Kehidupan
Sosok Itu Seperti Cinta Dan Kuasa Kuharap
Tapi Hadir Dalam Sebuah Harap Menanti


Jangan Coba Berpuisi
Aku Tak Pandai Merangkai Kata
Hanya Sebaris Kata Membentuk Nama
Nama Yangkan Terukis Indah Dalam Lubuk Hati
Saat Kutuliskan Isi Hati Janji Kuharapkan

Karena Kut ak Pernah Tau Arti Cinta Dan Kasih Sayang
Karena Yang Ku Tau Selami


Cinta Adalah Perasaan Ingin Memiliki
Kasih Adalah Perasaan Ingin Memberi
Sayang Adalah Perasaan Ingin Melindungi

Bolehkah Aku Mencinta Dengan Segala Kekuranganmu
Bolehkah Aku Mengasih Dengan Sepenuh Hatiku
Bolehkah Aku Menyayang Dengan Segala Kekuatanku

Beratikah Ungkapan Yang Terucap
Adakah Mampu Merasai
Bahwa Keabadian Dan Keindahan Cinta
Senantiasa Murni Dengan Memberi
Penuh Senyum Dan Keikhlasan Bathin
Hingga Dengan Airmata Yang Keluar Dari Bentuk Perjuangan...

Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia


Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, “Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?” “Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi,” kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, “Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang”.



Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang. Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.

Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, “Lalu daerah apakah itu Tuhan?” “O, itu,” kata Tuhan, “Itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni.”

Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, “Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? “

Tuhan pun menjawab, “Wait, until you see the idiots I put in the government.”

 Sumber: Jesse Valentino Yeremia Paath’s Blog.

Senin, 08 November 2010

Jahe sebagai Obat Praktis

Jahe merupakan pereda sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migrain. Caranya, minum wedang jahe 3 kali sehari. Bisa juga minum wedang ronde, mengulum permen jahe, atau menambahkan jahe saat makan soto, semur, atau rendang. Daun jahe juga berkhasiat, antara lain dengan ditumbuk dan diberi sedikit air dapat dipergunakan sebagai obat kompres pada sakit kepala dan dapat dipercikan ke wajah orang yang sedang menggigil. Sedangkan rimpangnya ditumbuk dan direbus dalam air mendidih selama lebih kurang 1/2 jam, kemudian airnya dapat diminum sebagai obat untuk memperkuat pencernaan makanan dan mengusir gas didalamnya, mengobati hati yang membengkak, batuk dan demam. Untuk mengobati rematik, siapkan 1 atau 2 rimpang jahe. Panaskan rimpang tersebut di atas api atau bara dan kemudian ditumbuk.Tempel tumbukan jahe pada bagian tubuh yang sakit (rematik). Jahe juga dapat digunakan untuk mengobati luka lecet, tertusuk benda tajam, terkena duri, jatuh, serta gigitan ular. Caranya rimpang jahe merah ditumbuk dan ditambahkan sedikit garam. Tempel pada bagian yang terluka. 

SELAMAT MENCOBA! ^_^

Kamis, 14 Oktober 2010

Dubber (AKA Pengisi Suara)

Pastinya Anda sudah tak asing lagi jika mendengar profesi yang satu ini. Berbagai macam film, terutama untuk acara anak-anak yang berasal dari luar negeri, biasanya dilakukan proses dubbing untuk memudahkan penonton yang pastinya anak-anak untuk mengerti jalan cerita. Karena itu kita tak asing dengan suara Doraemon, Spongebob dan kartun lainnya.

Kebisaan seorang dubber salah satunya adalah dengan mengikuti karakter yang ada di sebuah cerita. Cerita ini bisa saja di sebuah film atau hanya dalam cuplikan iklan. Suara menjadi hal yang penting. Terkadang seorang dubber bisa memerankan lebih dari satu peran dalam sebuah film atau iklan. Hal ini tergantung pada karakter peran yang harus ia pegang.

Proses dubbing juga bisa dikatakan lumayan mudah, meski tentunya ada beberapa hambatan yang bisa dihadapi oleh dubber. Untuk proses dubbing ke sebuah film, biasanya dubber akan diberikan script cerita dan kalimat yang harus dikatakannya selama film berlangsung. Sebelum film diputar (untuk menyamakan kalimat tiap peran), juga ada pengarah film yang akan mengarahkan kapan dan bagaimana seorang dubber harus melakukan tugasnya. Improvisasi menjadi hal yang cukup penting dalam melakukan pekerjaan ini. Sulitnya adalah bagaimana seorang dubber berakting tanpa harus melakukan sesuatu. Suaranya justru yang harus "berakting". Karena itu, improvisasi memang perlu dilakukan. Apalagi kalau ia harus memainkan dua peran yang berbeda. Misalnya saja, satu peran sebagai seorang ibu, ia harus pandai-pandai merendahkan suara dan memasukkan karakter yang diinginkan.

Hal rumit yang juga bisa dihadapi seorang dubber adalah mengikuti keinginan klien. Misalnya saja suara yang dikeluarkan bisa saja dianggap kurang berkarakter atau kurang mengikuti keinginan klien. Nah, untuk menyamakan keinginan dan kemampuan itulah yang menjadi salah satu kesulitan yang mungkin bisa dihadapi seorang dubber. Dubber pun harus bisa sabar dan tanggap dengan keinginan tersebut.

Namun, nilai tambah dari seorang dubber juga tak kalah banyak. Selain pekerjaan ini tak membutuhkan waktu yang banyak. Seorang dubber bisa saja dalam sehari mengerjakan dua atau tiga proyek, aplagi kalau itu untuk mengerjakan iklan.

Kalau bicara bagaimana menjadi seorang dubber, Anda bisa memulainya dengan mengiukt beberapa kursus untuk menjadi dubber, misalnya saja di Sanggar Prativi. Di sanggar-sanggar atau studio biasanya mereka tak hanya melatih Anda dalam jangka waktu 3-6 bulan, namun juga biasanya Anda akan diikutsertakan dalam penggarapan dubbing. Dari situ, Anda akan mendapatkan contoh suara yang bisa Anda kirim-kirimkan ke studio-studio iklan. Ini penting agar studio iklan mempunyai contoh suara jika misalnya saja ada pengiklan membutuhkan suara dengan karakter tertentu yang bisa saja cocok dengan suara Anda, Anda tentunya akan dipanggil. Nah, di sini Anda bisa saja harus melewati proses casting atau malah tidak sama sekali.

Salah satu kelebihan profesi ini juga tidak adanya keharusan latar belakang pendidikan. Karena dari manapun latar belakang pendidikan ini tak menjadi masalah, yang penting adalah justru modal suara Anda. Apakah suara Anda cukup "menjual"? Misalnya saja Anda punya suara yang punya karakter tersendiri, dan Anda punya keinginan untuk menjadi seorang dubber. Karena itu juga tak heran kalau seorang penyiar radio pun banyak yang juga menjadi seorang dubber.

Selain itu, karena tak memakan banyak waktu, seorang dubber bisa mengatur waktu sesuka hati. Karena itu juga seorang pekerjaan ini bisa menjadi pilihan buat orang yang tak ingin terikat waktu oleh pekerjaan. Anda bisa menjadi freelancer jika memilih pekerjaan ini, sehingga Anda pun punya banyak waktu luang.

dari Asteria Arlita
Sumber: CBN


DO'A


Wahai Dzat yang memiliki hati ini...
kau jadikan malam ini demi cintaMU pada kami
dan demi apakah bulan itu...
dia bersinar terang benderang
seumpama mentari di siang hari
dan demi apakah langit itu...
terbentang bersih, sebersih tenun kain beludru
berhias awan seputih kapas setipis serat
mereka seakan membawa kabar lama yang terlupakan
tentang keMaha PerkasaanMu...
semua sudut pandang seakan mendekat...melekat
dan apa ini, gelombang ketakutan yang serentak menyerangku?
sesuatu yang tak kumengerti
Benderangnya langitMu malam ini
membuat hamba takut terhimpit rembulan yang jatuh
karena tak ada lagi awan tempatnya bersandar
atau takut kejatuhan malaikat
karena polosnya langit malam
atau ketakutanku...
bahwa aku takut melihat DzatMu
yang Kau siratkan pada bentangan langit malam ini

Aku takut membayangkan kelak harus berhadapan langsung denganMu
dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dariMu
tentang segala yang aku perbuat di bumiMu
aku tak sanggup membayangkan mendapat tamparan
dari rasa kecewaMu untukku..
tak sanggup pula membayangkan amarahMu
tak sanggup membayangkan akan dibawa ke tempat akhir
yang juga akan jauh dari kasih sayangMu...

Rabbana...
banyak hal yang belum hamba tunaikan
masih banyak yang harus hamba tuntaskan
Rabbana...
Dzat yang mengurus, mengatur, mengajari, dan memeliharaku
izinkanlah aku menuntaskan semua yang telah aku mulai
beri aku kekuatan untuk menunaikan yang Kau ingin aku tunaikan
limpahkan selalu padaku rahmat, kasih sayang, dan bimbinganMu
juga kepada keluargaku, dan orang-orang yang menyayangiku...

AKU dan CINTA

Tiap jiwa adalah berharga, aku baru mempelajarinya setelah umurku 20 tahun. Yang harusnya kulakukan 3 atau 4 tahun sebelumnya, agar aku tak dihantui penyesalan seperti sekarang ini. Perpisahan. Dalam hidupku banyak sekali kutemui kata perpisahan. Kata yang sejujurnya, dan sudah seharusnya, kubenci dan menghindarinya, tapi aku malah mulai terbiasa dengannya…sejak kepergian ayah tiga tahun yang lalu. Kepergian ayah sesungguhnya menorehkan luka yang teramat dalam dihati, tapi anehnya luka itu tidak terasa sakitnya saat itu terjadi tiga tahun yang lalu. Tiga tahun yang lalu yang aku tahu salah satu makhluk Tuhan diambil kembali oleh Tuannya, dan dia pergi hanya berpindah tempat (alam). Tanpa kusadari luka itu bersemayam didasar hati. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, luka itu semakin dalam hingga kini seakan berdarah. Tahun-tahun belakangan ini aku baru menyadari keberadaan luka itu, bersamaan dengan kusadari bahwa takkan ada lagi suara sapaan ayah ketika kurindu..takkan ada lagi canda tawa antara kami saat ku sedih..takkan ada lagi kata-kata bijaknya saat kubutuh. Aku pernah membaca sebuah kalimat “luka itu tetap akan menganga, kau tidak pernah menjahitnya”. Seperti keadaanku.
Luka hati itu semakin bertambah parah dengan ketidakadaannya sosok ibu yang kubutuhkan disampingku. Dan saat berumur 20 tahun aku patah hati. Lelaki yang menyayangiku ku abaikan hanya demi lelaki yang kusukai yang, pada kenyataannya aku tahu, tidak sungguh-sungguh menyayangiku. Di umur 20 tahun aku belajar banyak hal. Di umur 20 aku menyadari bahwa satu-satunya pria yang sungguh-sungguh mencintai dan menyayangiku sepenuh hati di dunia ini hanyalah ayah, dan tidak akan ada yang bisa menyamainya untuk menyayangiku. Walaupun aku dan ayah sangat jarang bertemu. Dia harus banting tulang di negeri orang…untukku. Untuk kelangsungan hidupku. Setidaknya itulah yang kupikirkan tentang ayah. Apa lagi bakti seorang anak kepada ayahnya yang sudah meninggal selain mendoakannya dan berpikir dan berkata yang baik tentangnya? Begitupun dengan ibu.
Ayah bilang ibu pergi meninggalkan kami saat umurku baru mencapai 7 bulan. Katanya dia pergi begitu saja. Dan sama sekali belum ada konfirmasi lagi dari ayah tentang alasan kepergian ibu bahkan sampai ayah meninggal. Tapi dia adalah ibuku, wanita yang mengandung aku selama 9 bulan dengan segala rasa sakit dan lelahnya, dia juga yang melahirkan aku dengan perngorbanan darah bahkan nyawanya. Maka aku sebagai anak sudah mesti wajib berbakti juga kepadanya. Apapun yang terjadi saat aku berumur 7 bulan, apapun yang dipikirkan orang tentang ibuku, dan apapun yang ibuku pikirkan tentang aku dimanapun dia berada sekarang, aku akan berpikir dan berkata yang baik tentangnya. Apa lagi bakti anak kepada ibunya yang tidak ada didekatnya selain dengan mendoakannya dan berpikir dan berkata yang baik tentangnya?
Ayah itu adalah anak pertama dari 9 bersaudara. Dia memiliki 2 adik laki-laki dan 6 adik perempuan. Mereka semua menjagaku, memastikan aku tidak kekurangan makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dsb. Mereka semua berkata padaku bahwa mereka menyayangiku layaknya anak mereka sendiri. Aku menghargai mereka, dan semua limpahan perhatian mereka yang sengaja mereka bagi padaku. Tapi ketika aku melihat salah satu bibiku bercengkrama dengan mesranya bersama anak perempuannya, aku mulai berpikir, bahwa kata “menyayangi” saat mereka berkata akan menyayangiku seperti anak mereka sendiri akan lebih tepat jika diganti dengan kata “menjaga”. Aku hanya bisa melihat dari kejauhan dan tersenyum melihat mereka memeluk dan menciumi anak-anak mereka sementara anak-anak mereka tertawa bahagia dalam pelukan ibunya. Aku hanya bisa memalingkan pandanganku ketika melihat mereka memeluk dan mengusap airmata anak mereka ketika anak-anak mereka menangis karena sesuatu. Karena aku tidak akan tahan untuk tidak menangis jika tidak kupalingkan wajahku. Sementara jika ku biarkan diriku menangis hanya karena itu, siapa yang akan mengusap airmataku? Menjadi tahan banting, tebal muka, tidak berperasaan, tidak boleh terlalu menyayangi sesuatu/seseorang, tidak berharap, hanya menerima. Itu yang kupelajari begitu usiaku mencapai 20 tahun. Dan aku pikir itulah yang paling benar. Aku pikir itulah yang Tuhanku mau aku pelajari setelah semua yang Dia timpakan padaku.

Dalam beberapa hal, banyak hal, mungkin aku belum tahu pasti. Tapi untuk sebagian lagi yang sudah kumengerti aku tahu aku telah salah. Perihal dicintai dan mencintai bagiku adalah perihal besar dalam hidupku. Dimana hampir sebagian orang tidak kekurangan dalam hal itu, dan aku merasa aku sangat kekurangan. Disitulah letak kesalahanku. Aku merasa kekurangan karena aku hanya mencari yang tidak ada disekitarku, dan meniadakan cinta disekitarku. Tidak ada orang baik dan orang jahat. Semua manusia bisa baik dan jahat kapan saja dimana saja. Yang ada hanya prasangka kita pada sekitar kita. Prasangka baik akan membawa semua yang negatif menjadi positif. Prasangka buruk akan membawa semua yang positif menjadi negatif. Ayah ‘pernah’ menyayangiku dengan sepenuh hatinya, tapi cintanya hanya untuk Tuhannya. Itu sebabnya Tuhan begitu menyayanginya dan menjaganya. Ibu, sesuatu yang masih misteri dalam hidupku. Bahkan begitu usiaku beranjak 21. Tapi aku meyakinkan diriku bahwa kasih sayanglah yang membuat ibu bertahan selama 9 bulan mengandung aku diperutnya, dan akhirnya melahirkan aku kedunia. Apa lagi yang bisa membuat seseorang rela mengorbankan berliter-liter darah untuk melahirkan seorang manusia di dunia, bahkan nyawanyapun sudah siap ia korbankan saat itu, selain kasih sayang?
Para paman dan bibiku. Aku tahu seharusnya tidak mengukur-ukur sedalam apa kasih sayang mereka padaku. Bagaimanapun, aku juga tidak akan rela melihat ibu yang melahirkan aku lebih berkasih sayang kepada orang yang tidak dia lahirkan dari perutnya sendiri. Sudah seharusnya aku lebih memikirkan perasaan anak-anak mereka ketimbang perasaan mereka kepadaku. Masalah mereka menyayangiku atau hanya menjagaku, tidak akan ada penjagaan jika tidak dikasihi dan disayangi. Yang mereka tahu mereka menyayangi aku seperti anak mereka sendiri. Mereka tidak tahu menahu tentang bagaimana cara menyayangi yang aku inginkan, dan itu bukan salah mereka. Dan faktanya, apa yang aku inginkan memang tidak selalu kudapatkan dari mereka, tapi aku selalu mendapatkan yang aku butuhkan. Tuhan mengurusku melalui tangan-tangan mulia mereka. Dan selama ini aku buta akan semua hal kecil itu, dan menghabiskan waktuku untuk mencari dan menangisi yang tidak ada. Teman-teman disekitarku. Aku merasa mereka beruntung memiliki keluarga yang lengkap, sementara akulah, hanya akulah, yang patut dikasihani Tuhan hanya karena aku ditinggal pergi ibuku, dan ayahku tidak ada lagi di dunia. Hm, rasanya aku ingin menertawai diriku sendiri. Pantaslah jika seseorang menyebutku cengeng jika aku terus begini. Tapi untungnya selama ini tidak pernah ada yang menyebutku seperti itu. Mana aku tahu mereka bahagia atau tidak dengan lengkapnya keluarga mereka. Ternyata kebahagiaan tidak bisa diukur dengan lengkap atau tidaknya sebuah keluarga, tapi berapa besar kesyukuran kita terhadap apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, dan apa-apa yang sudah Dia percayakan kepada kita. Adapun kelengkapan keluarga, kekayaan, dan semacamnya hanyalah pelengkap. Atau malah menjadi ujian dari Tuhan untuk menguji apakah kita bisa bertanggung jawab dengan yang kita miliki atau tidak. Tuhan pernah mempercayakan seorang ayah yang baik kepadaku, tapi aku tidak benar-benar berbakti kepadanya. Aku tidak bertanggung jawab atasnya, makanya Tuhan mengambilnya kembali. Itu adalah teguran untukku agar lain kali aku lebih berhati-hati. Tapi aku kembali mengulangi kesalahan itu terhadap nenekku. Aku kurang berbakti padanya hingga Tuhan kembali mengambilnya. Sekarang bagaimana aku memaafkan diriku? Setelah menyadari itu semua, aku melihat sekelilingku. Banyak sekali kasih sayang yang Tuhan percayakan padaku. Jika aku terus menutup hatiku untuk yang telah pergi atau yang tidak sedang didekatku, aku akan kembali mengulangi kesalahanku. Aku bertanya, bagaimana jika Tuhan kembali mengambil mereka. Apakah aku akan sanggup memaafkan diriku? Kurasa tidak. Bagaimana akan kupertanggung jawabkan diriku kepada Tuhanku nanti? Aku menatap lekat-lekat pantulan diriku di cermin, aku berkata kepada diriku sendiri, “ayo, jadi diri sendiri. Hanya dengan begitu kau akan nyaman menjalani semuanya. Jika nyaman, kau tidak akan mendzolimi dirimu sendiri, dan orang-orang disekitarmu.” Di usaiku yang ke 21 aku belajar untuk lebih banyak bersyukur. Masih banyak yang perlu aku benahi, termasuk kemampuanku untuk bersyukur.

Sedikit cerita tentang orang-orang yang menjadi inspirasi dalam hidupku. Dimulai dari laki-laki. Laki-laki yang pertama adalah ayah. Dia selalu bisa melihat segala peristiwa dengan rasa syukur. Caranya melihat semua kejadian sangat berbeda. Hal-hal yang menurutku buruk dan negatif, dimatanya akan tetap baik dan positif. Aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya, seakan tidak pernah ada hal buruk menimpanya. Aku tidak tahu bagaimana dia dimata adik-adiknya atau teman-temannya, tapi itulah ayahku yang aku tahu, dan aku tidak perlu tahu seperti apa dia dimata orang lain. Laki-laki kedua adalah…orang itu. Dia tidak begitu peduli apa yang terjadi disekitarnya, yang dia pedulikan hanyalah tetap menjadi baik untuk orang-orang dan berbuat baik kepada Tuhannya. Dia sudah begitu tenang dengan usianya yang tidak beda jauh denganku. Bagaimana dia bisa sefokus itu pada usia segitu, aku masih tidak mengerti. Mungkin aku yang terlalu labil. Perempuan. Perempuan pertama yang menjadi inspirasi dalam hidupku adalah bibiku yang ketiga. Dia sangat berserah diri pada Penciptanya. Benar-benar berserah diri apapun yang akan menimpanya. Karena sifatnya itu, tiap kali ada kebohongan kecil atau besar sampai kepadanya, akan terbongkar dengan sendirinya. Yang aku lihat, Tuhan yang membukakan untuknya tiap tirai kebohongan itu, karena dia menelan bulat-bulat yang datang padanya dan mempercayakannya kepada Tuhan untuk memastikan kebenarannya. Tuhan pastinya terlalu Mahaberkuasa untuk tidak menyibakkan sedikit dari kebohongan dunia itu. Aku ingin seperti dia dimata Tuhanku. Perempuan kedua adalah bibiku yang kelima. Dia bertemu jodohnya jauh sebelum tahu itu jodohnya. Ia melepasnya dan mempercayakan jodohnya kepada Tuhan padahal ia sangat menyukai orang itu. Yang akhirnya menjadi jodohnya. Aku ingin kisah cintaku seperti dia. Sekarang dia sudah memiliki seorang anak laki-laki dan suaminya sangat menyayanginya. Keluarga besan pun sangat menyayanginya karena sifatnya yang penurut dan tidak pernah mengeluh didepan besannya apapun yang terjadi. Aku ingin kehidupan rumah tanggaku nanti seperti dia. Terakhir adalah bibiku yang paling bungsu. Dia pernah melakukan kesalahan dimasa mudanya. Tapi dia bisa memaafkan dirinya dan melanjutkan mencintai sekitarnya. Menurutku, hanya orang berjiwa sangat tangguhlah yang bisa memaafkan kesalahan diri sendiri. Bibiku yang tertua juga sangat membanggakan. Dia kuat bagaikan batu karang, tak goyah diterjang ombak. Aku ingin memiliki mental baja seperti yang dimilikinya. Dia seperti sarang lebah. Jika didekatnya mungkin kau hanya akan merasakan sakitnya disengat lebah, tapi jika sudah jauh kau bisa membeli madu yang manis dan menyehatkan dimanapun kau berada. Bibiku yang kedua orangnya sangat lembut dan tidak pernah berbuat atau berkata buruk kepada orang. Yang aku pelajari darinya adalah berbuat baiklah kepada orang didepan maupun dibelakangnya. Dan bibiku yang keempat sangat suka memanjakanku. Kadang aku merasa lebih nyaman didekatnya. Yang aku pelajari darinya adalah, percaya kepada hati nurani, bukan omongan orang. Aku tipikal orang yang mudah terpengaruh, aku harus banyak belajar darinya. Dia memiliki kesabaran yang cukup teruji.
Lihat, mataku baru mulai terbuka saat umurku bukan lagi 20. Mungkin aku lambat belajar, sehingga Tuhan harus melatihku lagi dan lagi hingga aku mengerti sendiri. Yang terpenting sekarang adalah banyak berterima kasih kepada siapa saja yang berbuat baik padaku, tanpa memikirkan lagi apa maksud mereka dibalik semuanya. Karena aku ingin seperti bibiku yang selalu menyerahkan keselamatan dirinya dan hatinya kepada Tuhannya. Dan juga, membalas budi baik mereka dengan cara yang mampu aku lakukan. Berbuat baik dan berpikir yang baik-baik saja. Karena aku cenderung memikirkan keburukan-keburukan sebelum tahu pasti itu baik atau buruk, dan itu sangat melelahkan. Aku tidak bisa langsung pandai dalam hal ini tapi aku akan melatih diriku. Inti dari semuanya, aku harus tetap berprasangka baik pada Tuhanku. Karena Tuhanku berkata : “Aku tergantung prasangka hamba-Ku.” Tidak ada yang Dia berikan kepadaku kecuali berguna untukku dan mengandung kasih sayangNya. Itu semua yang kupelajari hingga umurku mencapai 21. Saat itu, usia 22, 23, 24 dan seterusnya adalah masih misteri untukku. Termasuk tentang dia, ibuku.

Selasa, 12 Oktober 2010

Profesi Vs Karir (siapa yg bakal menang?)

"Profesi Anda belum tentu karir Anda"

Pernah denger atau baca kalimat diatas? Kalo saya pernah denger di 'KickAndy', salah satu acara favorit saya. Katanya ada dalam buku 'From Zero To Hero' yak??? Entahlah, saya belum sempat membaca buku tersebut. Tunggu, gaya bahasanya rada formal gini. (slankstyle_mode:ON)

Nah, gini. Waktu 'KickAndy' ngebahas soal itu aku denger penulisnya 'From Zero To Hero' ngomong gini : "Tiap orang belum tentu bisa berkarir dalam profesinya, karena belum tentu profesi yang ia jalani sekarang adalah KARIRnya. Supir angkot yang nyetir sambil nyanyi itu baru penyatuan profesi dan karir. Kalo mandi sambil nyanyi itu namanya penyatuan obsesi diva dengan rasa gak tau diri"....................???????? (kayaknya gak gitu deh ngomongnya). Yaah, kurang lebih begitu lah bunyinya. Yang jelas, ternyata profesi sama karir itu dua hal yang berbeda. BEDA.

Kalo mau dibahasakan dengan bahasa 'Sok Tau Ejaan Yang Kurang Sempurna' milik saya, profesi itu adalah pekerjaan yang mau gak mau itu sih PL (*Problem Lu)...harus kita lakukan, demi materi (AKA uang, AKA duit, AKA money, AKA doku, AKA piti, dsb). Kalo karir itu adalah pekerjaan yang kita lakukan dengan hati (ehm). Karir adalah jiwa kita. Pendeknya, karir itu dimana bakat alami kita kita tuangkan dalam bentuk perbuatan/pekerjaan yang kita lakukan sepenuh hati dan penuh rasa cinta, tanpa kepentingan materi sedikitpun didalamnya (pendeknya aja panjang gini,gimana panjangnya).

Setelah menelaah bertahun-tahun saya baru menyadari 2 fakta; fakta yg PERTAMA! bidang obat-obatan (AKA farmasis) inilah yang kemudian akan saya jadikan Profesi. Untuk menghidupi anak cucu saya nanti, saya harus banting tulang+banting diri dalam bidang ini (YANG SEPENDAPAT SAMA SAYA KASIH JEMPOL YAK,hueheh). Fakta yg KEDUA! Karir saya ternyata berkisar di bidang komunikasi. Setidaknya komunikasi dan obat-obatan gak beda jauh (-_-)

Sekarang problemnya adalah (curhat_mode:ON) bidang obat-obatan yang saya ambil untuk menjadi profesi saya kelak ternyata sangatlah diluar batas kemampuan intelegensi saya! Rumus-rumus kimia itu membuat IQ saya menurun drastis (*nahloh!) dan ikatan-ikatan kimia yang mirip jaringnya Spiderman itu telah membungkus habis semua ide-ide kreatif saya. Efek samping otak kanan yang saya banggakan mulai mengering tangkinya. Apa yang harus saya lakukan?!! Minyak bumi menipis! BBM naik! Pemerintah mulai membatasi pemasokan PERTAMAX!!! Dan sekarang saya kehilangan arah tulisan saya... -_-"

Yah, intinya adalah...jika anda di posisi saya, yang mana yang anda prioritaskan? Profesi anda, dan disini anda baru berusia 20 tahun (kuranglebih, heheheh) yang membunuhmu perlahan dari dalam (whoa..), atau Karir anda, yang semakin lama semakin terpuruk dan terlupakan jika anda tidak mengambil tindakan emergency atau kotak P3K??? Jawab dengan hati nurani.

sekian dan terima kasih,

Wass...

Sabtu, 05 Desember 2009

Cinta Tak Terganti


 
Dia cahaya ditengah kelamku...
Tawa ditengah duka
Pekik ditengah kebisuanku
Surga diatas segalanya
Hangat dibalik dinginku
Cinta di dalam marahku

Dia pula luka dibalik gelak tawa
Merajut lara di dalam bahagia
Menderaikan tangis di kesunyian malam
Dia yang memberiku kesempatan berbahagia di dunia..
Dia pula yang membiarkanku mengais-ngais debu kebencian demi sebutir kebahagiaan...

Tanganku terinjak!
Bulir-bulir airmata memecah di pijakan,
menghancurkan butiran kebahagiaanku
Dan dia terus bersembunyi di balik heningnya waktu
Entah tak peduli...
Atau tak mampu...

Namun cinta terlanjur menyemat di hati
Hanya dia milikku,
Cinta tak terganti
Ibu..