Tampilkan postingan dengan label copas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label copas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Januari 2011

TERSENYUMLAH, Anda di Dunia Ketiga

Pada saat kafe-kafe dan tempat-tempat permainan dipenuhi oleh para pemuda, sementara masjid-masjid dan perpustakaan mengeluh karena sepi, maka anda ada di dunia ketiga. Pada saat para biduanita diundang sebagai bintang tamu untuk berbicara tentang kemerdekaan Palestina, maka wajib bagi anda untuk menangis karena anda berada di dunia ketiga. Pada saat anda belajar 6 tahun di SD/MI, 3 tahun di SMP/MTs, 3 tahun di SMA/MA/SMK, lalu 4-5 tahun di perguruan tinggi, kemudian anda mendapati diri anda bekerja di pasar sayur, maka janganlah berputus asa, anda berada di dunia ketiga. Pada saat anda bangun tidur dan mendapati HP anda menerima SMS dari perusahaan seluler yang tak bernilai apa-apa, maka anda berada di dunia ketiga. Pada saat terdapat banyak majalah yang mementingkan seni, kemudian tidak ada satu majalah atau buletin ilmiah, maka ini adalah bukti anda hidup di dunia ketiga.

Pada saat anda tidak bisa naik jabatan dalam pekerjaan anda kecuali dengan PERANTARA, tidak bisa mendaftar ke perguruan tinggi tanpa PERANTARA, tidak bisa mendapatkan pekerjaan kecuali dengan PERANTARA, dan tidak bisa mendapatkan hak kecuali dengan PERANTARA, maka anda adalah masyarakat miskin, teraniaya, terzalimi yang hidup di dunia ketiga.
Bukankah aku telah mengatakan...
TERSENYUMLAH, ANDA BERADA DI DUNIA KETIGA!











Sumber : Qiblati edisi 11 tahun IV

Kamis, 20 Januari 2011

KADO PEMERINTAH UNTUK RAKYAT DI TAHUN BARU 2011

"Kenaikan Harga BBM Lewat Pembatasan Subsidi"

Rencananya, mulai Maret 2011 Pemerintah akan mengurangi subsidi BBM dengan melarang mobil pribadi berplat hitam menggunakan BBM bersubsidi. Pembatasan tersebut aka dilakukan secara bertahap, mulai di Jabodetabek hingga mencakup seluruh Indonesia pada 2013. Belum tampak penolakan masyarakat, padahal kebijakan pembatasan subsidi BBM juga berdampak sama dengan kenaikan harga BBM. Setidaknya, ada enam alasan untuk menolak kebijakan itu.

Pertama; Indonesia memiliki cadangan migas yang sangat besar. Tapi, sebagian besar justru dikuasai pihak asing. Data kemESDM 2009, dari total produksi minyak dan kondensat di Indonesia, Pertamina hanya memproduksi 13,8%. Sisanya dikuasai oleh swasta asing seperti Chevron (41%), Total E&P Indonesia (10%), Chonoco Philips (3,6%) dan CNOOC (4,6%). Ketika kontrak habis, pemerintah melalui BP Migas malah memperpanjang kontrak itu ketimbang menyerahkannya kepada Pertamina. Di sisi lain, dalam UU Migas 22/2001, Pertamina diperlakukan sama dengan perusahaan swasta sehingga harus bersaing untuk mendapatkan konsesi pengelolaan ladang migas. Kebijakan ini berkebalikan dengan negara lain seperti Malaysia yang memberikan wewenang sangat besar kepada Petronas sehingga mampu menggeser dominasi swasta. Di Cina dan sejumlah negara Amerika Latin sektor energi sepenuhnya dikuasai oleh negara. Sehingga produksi dan harga di pasar domestik bisa dikendalikan.

Kedua; Bahwa subsidi BBM yang selama ini dianggap membebani APBN dan sering salah sasaran merupakan pernyataan 'menyesatkan'. Menurut Pemerintah, subsidi BBM adalah selisih harga patokan dikurangi harga eceran yang dijual Pertamina. Pada Perpres 71/2005 disebutkan bahwa Harga Patokan adalah harga yang dihitung setiap bulan berdasarkan MOPS rata-rata pada periode satu bulan sebelumnya ditambah biaya distribusi dan margin. MOPS atau Mid Oil Platt's Singapore adalah harga transaksi jual-beli pada bursa minyak di Singapura. Subsidi tersebut dibayarkan Pemerintah kepada Pertamina yang telah menjual BBM dengan harga eceran yang telah ditetapkan Pemerintah yang lebih rendah dari harga patokan (internasional). Pertanyaannya; apakah Pertamina betul-betul rugi karena menjual BBM dibawah harga patokan? Jika biaya produksi dan distribusi lebih rendah dari harga patokan maka Pertamina tentu rugi. Namun, jika lebih tinggi maka Pertamina tetap untung.

Lalu berapa biaya produksi BBM Pertamina untuk Premium dan Pertamax? Karena tidak tersedia data dari Pertamina maka untuk menghitungnya bisa digunakan data persentase komponen harga rata-rata bensin (gasoline RON 95) di USA yang sebanding dengan kualitas Pertamax. Harga bensin = Minyak Mentah (51%) + biaya pengilangan & keuntungan (15%) + biaya distribusi & pemasaran (12%) + pajak (22%) (http://tonto.eia.doe.gov/). Harga minyak mentah Pertamina diperoleh dari biaya produksi, cost recovery (US$ 940,7 juta) dibagi total lifting minyak mentah 2007 sebesar 38,9 juta barel (BPK, Perhitungan Kewajiban Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)). Hasilnya, US$ 24,2/barel atau US$ 0,15/liter atau Rp1.368 jika dirupiahkan dengan kurs Rp9.000. Harga ini sebenarnya cukup mahal karena cost recovery Pertamina jauh lebih tinggi daripada rata-rata cost recovery perusahaan minyak Indonesia yang berkisar US$ 13,82/barel pada 2007 (http://www.scribd.com/doc/38206301/Crude-Oil-Cost-Production).


Dengan rumus di atas, harga Pertamax semestinya hanya Rp 2.638/liter. Premium dengan oktan yang lebih rendah tentu lebih murah. Lalu mengapa harga jual Premium dan Pertamax lebih mahal? Ini karena harga minyak mentah diperhitungkan menggunakan harga minyak di pasar internasional meski sebagian besar diproduksi oleh Pertamina sendiri. Dengan demikian, apa yang dianggap kerugian Pertamina yang kemudian diganti oleh Pemerintah bukanlah merupakan kerugian nyata, namun hanya potential loss (hilangnya potensi laba) karena dijual tidak dengan harga internasional. Jika demikian maka dana subsidi Pemerintah sesungguhnya hanya keluar dari kantong kanan dan masuk lagi ke kantong kiri melalui laba yang diperoleh Pertamina.


Ketiga; Pembatasan BBM bersubsidi dalam jangka panjang akan menguntungkan SPBU Perusahaan Minyak Asing, seperti Total, Shell dan Petronas. Selama ini SPBU-SPBU tersebut mengalami kerugian karena konsumen lebih memilih Premium yang lebih murah, yang dijual oleh SPBU Pertamina. Dengan adanya pembatasan subsidi BBM, maka seluruh pengguna mobil pribadi dipaksa menggunakan bahan bakar yang kadar oktannya lebih tinggi seperti Pertamax atau yang diproduksi oleh SPBU asing. Dengan harga yang lebih murah karena biaya produksi yang lebih efisien dan kualitas yang mungkin lebih baik sangat mungkin konsumen akan memilih produk SPBU asing ketimbang Pertamina. Jika tidak ada inovasi maka kegiatan Pertamina di sektor hilir dipastikan akan makin menurun. Hal ini tentu akan merugikan Pertamina. Sudahlah di sektor hulu tergerus, di sektor hilir pun tersingkir.


Keempat; Kegiatan usaha Pertamina belum berjalan secara efisien khususnya dalam produksi dan pengadaan minyak mentah. Menurut temuan BPK tahun 2008 (BPK, Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Tahun 2007 dan 2008 (Semester I) pada Pertamina), disebutkan sumber ketidakefisienan Pertamina antara lain :
  1. Dalam pengadaan minyak mentah dan BBM, Pertamina cenderung mengimpornya melalui jasa rekanan yang sarat dengan manipulasi sehingga menjadi mahal. 
  2. Pertamina lebih banyak menggunakan kapal sewa daripada kapal milik sendiri sehingga biaya angkut lebih mahal (Pertamina, Annual Report 2007).
  3. Dalam jumlah tertentu, Pertamina lebih memilih untuk mengimpor daripada menggunakan produksi dalam negeri yang tidak membutuhkan biaya pengapalan.
  4. Pertamina mengimpor BBM karena keterbatasan kapasitas kilang yang hanya sebesar 1 juta brel perhari, hanya memenuhi 63% kebutuhan dalam negeri. Padahal dengan memproduksi sendiri biayanya akan lebih murah sehingga harga minyak yang dijual akan lebih rendah.
Kelima; Pembatasan subsidi BBM merupakan langkah bertahap Pemerintah untuk menghapus subsidi BBM. Dan ini akan menekan daya beli masyarakat khususnya masyarakat miskin. Pembatasan subsidi BBM yang diikuti dengan pemaksaan mobil plat hitam untuk mengkonsumsi Pertamax dipastikan akan makin membebani rakyat. Harga Pertamax mengikuti harga pasar internasional (seperti sekarang dengan harga minyak internasional di atas 90 USD/barel, harga Pertamax di atas Rp 7000). Padahal harga tersebut banyak dipengaruhi oleh kegiatan spekulasi. Membiarkan harga tidak terkendali akan membuat pengeluaran rakyat untuk BBM membengkak. Padahal tidak semua mobil plat hitam digunakan untuk transportasi pribadi. Sebagian besar angkutan barang termasuk bahan makanan saat ini masih menggunakan plat hitam. Maka, penggunaan BBM nonsubsidi secara pasti membuat harga barang ikut naik. Jika hal itu terjadi maka kehidupan masyarakat akan semakin sengsara akibat makin mahalnya biaya hidup.

Keenam; Pembatasan BBM dan kebijakan memberikan peran lebih besar kepada pihak asing dalam pengelolaan migas merugikan rakyat, dan ini bertentangan dengan syariah Islam. Migas dan sumber daya alam lain yang melimpah dalam pandangan Islam merupakan milik rakyat yang harus dikelola oleh negara untuk kesejahteraan rakyat. Pengelolaan SDA dengan lebih banyak menyerahkan kepada pihak swasta adalah kebijakan yang sangat kapitalistik.

Kapitalme adalah sistem yang bertentangan dengan sistem Islam yaitu Khilafah. Khilafah akan menerapkan seluruh syariah Islam dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam pengelolaan migas. Dalam Khilafah, kepala negara (Khalifah) bertanggung jawab mengurus segala urusan rakyatnya. Pihak swasta boleh berperan, tapi dalam sektor yang tidak menyangkut hajat hidup rakyat banyak. Maka, kerahmatan akan dirasakan seluruh rakyat.
"Imam (Khalifah) yang memimpin manusia adalah pengurus rakyat. Dia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya" (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Wallahu a'lam bi ash-shawab. 










Sumber : Buletin Dakwah Al-Islam
 Edisi    : 538/Th.XVIII/1432 H
http://www.hizbut-tahrir.or.id

Sabtu, 15 Januari 2011

nyampah...

Menistakan Harap Pada Penantian Luruh
Kutemukan Sebaris Puisi Dalam Lipatan Keraguan
Sebuah Kabar Penantian
Seuntai Harap Di Resah Jiwa


Kekawatiran Dan Kepasrahan Terungkap
Dalam Setiap Kepasrahan Dihari Kehidupan
Sosok Itu Seperti Cinta Dan Kuasa Kuharap
Tapi Hadir Dalam Sebuah Harap Menanti


Jangan Coba Berpuisi
Aku Tak Pandai Merangkai Kata
Hanya Sebaris Kata Membentuk Nama
Nama Yangkan Terukis Indah Dalam Lubuk Hati
Saat Kutuliskan Isi Hati Janji Kuharapkan

Karena Kut ak Pernah Tau Arti Cinta Dan Kasih Sayang
Karena Yang Ku Tau Selami


Cinta Adalah Perasaan Ingin Memiliki
Kasih Adalah Perasaan Ingin Memberi
Sayang Adalah Perasaan Ingin Melindungi

Bolehkah Aku Mencinta Dengan Segala Kekuranganmu
Bolehkah Aku Mengasih Dengan Sepenuh Hatiku
Bolehkah Aku Menyayang Dengan Segala Kekuatanku

Beratikah Ungkapan Yang Terucap
Adakah Mampu Merasai
Bahwa Keabadian Dan Keindahan Cinta
Senantiasa Murni Dengan Memberi
Penuh Senyum Dan Keikhlasan Bathin
Hingga Dengan Airmata Yang Keluar Dari Bentuk Perjuangan...

Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia


Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, “Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?” “Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi,” kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, “Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang”.



Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang. Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.

Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, “Lalu daerah apakah itu Tuhan?” “O, itu,” kata Tuhan, “Itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni.”

Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, “Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? “

Tuhan pun menjawab, “Wait, until you see the idiots I put in the government.”

 Sumber: Jesse Valentino Yeremia Paath’s Blog.

Senin, 08 November 2010

Jahe sebagai Obat Praktis

Jahe merupakan pereda sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migrain. Caranya, minum wedang jahe 3 kali sehari. Bisa juga minum wedang ronde, mengulum permen jahe, atau menambahkan jahe saat makan soto, semur, atau rendang. Daun jahe juga berkhasiat, antara lain dengan ditumbuk dan diberi sedikit air dapat dipergunakan sebagai obat kompres pada sakit kepala dan dapat dipercikan ke wajah orang yang sedang menggigil. Sedangkan rimpangnya ditumbuk dan direbus dalam air mendidih selama lebih kurang 1/2 jam, kemudian airnya dapat diminum sebagai obat untuk memperkuat pencernaan makanan dan mengusir gas didalamnya, mengobati hati yang membengkak, batuk dan demam. Untuk mengobati rematik, siapkan 1 atau 2 rimpang jahe. Panaskan rimpang tersebut di atas api atau bara dan kemudian ditumbuk.Tempel tumbukan jahe pada bagian tubuh yang sakit (rematik). Jahe juga dapat digunakan untuk mengobati luka lecet, tertusuk benda tajam, terkena duri, jatuh, serta gigitan ular. Caranya rimpang jahe merah ditumbuk dan ditambahkan sedikit garam. Tempel pada bagian yang terluka. 

SELAMAT MENCOBA! ^_^

Kamis, 14 Oktober 2010

Dubber (AKA Pengisi Suara)

Pastinya Anda sudah tak asing lagi jika mendengar profesi yang satu ini. Berbagai macam film, terutama untuk acara anak-anak yang berasal dari luar negeri, biasanya dilakukan proses dubbing untuk memudahkan penonton yang pastinya anak-anak untuk mengerti jalan cerita. Karena itu kita tak asing dengan suara Doraemon, Spongebob dan kartun lainnya.

Kebisaan seorang dubber salah satunya adalah dengan mengikuti karakter yang ada di sebuah cerita. Cerita ini bisa saja di sebuah film atau hanya dalam cuplikan iklan. Suara menjadi hal yang penting. Terkadang seorang dubber bisa memerankan lebih dari satu peran dalam sebuah film atau iklan. Hal ini tergantung pada karakter peran yang harus ia pegang.

Proses dubbing juga bisa dikatakan lumayan mudah, meski tentunya ada beberapa hambatan yang bisa dihadapi oleh dubber. Untuk proses dubbing ke sebuah film, biasanya dubber akan diberikan script cerita dan kalimat yang harus dikatakannya selama film berlangsung. Sebelum film diputar (untuk menyamakan kalimat tiap peran), juga ada pengarah film yang akan mengarahkan kapan dan bagaimana seorang dubber harus melakukan tugasnya. Improvisasi menjadi hal yang cukup penting dalam melakukan pekerjaan ini. Sulitnya adalah bagaimana seorang dubber berakting tanpa harus melakukan sesuatu. Suaranya justru yang harus "berakting". Karena itu, improvisasi memang perlu dilakukan. Apalagi kalau ia harus memainkan dua peran yang berbeda. Misalnya saja, satu peran sebagai seorang ibu, ia harus pandai-pandai merendahkan suara dan memasukkan karakter yang diinginkan.

Hal rumit yang juga bisa dihadapi seorang dubber adalah mengikuti keinginan klien. Misalnya saja suara yang dikeluarkan bisa saja dianggap kurang berkarakter atau kurang mengikuti keinginan klien. Nah, untuk menyamakan keinginan dan kemampuan itulah yang menjadi salah satu kesulitan yang mungkin bisa dihadapi seorang dubber. Dubber pun harus bisa sabar dan tanggap dengan keinginan tersebut.

Namun, nilai tambah dari seorang dubber juga tak kalah banyak. Selain pekerjaan ini tak membutuhkan waktu yang banyak. Seorang dubber bisa saja dalam sehari mengerjakan dua atau tiga proyek, aplagi kalau itu untuk mengerjakan iklan.

Kalau bicara bagaimana menjadi seorang dubber, Anda bisa memulainya dengan mengiukt beberapa kursus untuk menjadi dubber, misalnya saja di Sanggar Prativi. Di sanggar-sanggar atau studio biasanya mereka tak hanya melatih Anda dalam jangka waktu 3-6 bulan, namun juga biasanya Anda akan diikutsertakan dalam penggarapan dubbing. Dari situ, Anda akan mendapatkan contoh suara yang bisa Anda kirim-kirimkan ke studio-studio iklan. Ini penting agar studio iklan mempunyai contoh suara jika misalnya saja ada pengiklan membutuhkan suara dengan karakter tertentu yang bisa saja cocok dengan suara Anda, Anda tentunya akan dipanggil. Nah, di sini Anda bisa saja harus melewati proses casting atau malah tidak sama sekali.

Salah satu kelebihan profesi ini juga tidak adanya keharusan latar belakang pendidikan. Karena dari manapun latar belakang pendidikan ini tak menjadi masalah, yang penting adalah justru modal suara Anda. Apakah suara Anda cukup "menjual"? Misalnya saja Anda punya suara yang punya karakter tersendiri, dan Anda punya keinginan untuk menjadi seorang dubber. Karena itu juga tak heran kalau seorang penyiar radio pun banyak yang juga menjadi seorang dubber.

Selain itu, karena tak memakan banyak waktu, seorang dubber bisa mengatur waktu sesuka hati. Karena itu juga seorang pekerjaan ini bisa menjadi pilihan buat orang yang tak ingin terikat waktu oleh pekerjaan. Anda bisa menjadi freelancer jika memilih pekerjaan ini, sehingga Anda pun punya banyak waktu luang.

dari Asteria Arlita
Sumber: CBN